#DCDCdreamworld Day 7: Jadi Zombie di Singapore

0

Hari ini kami harus berangkat ke bandara jam 4:30 pagi. Artinya kami hanya punya waktu 2 jam untuk tidur atau tidak tidur sama sekali. Karena khawatir bablas kesiangan, kami memutuskan untuk tidur bergantian dengan durasi 1 jam, lumayan lah daripada ga sama sekali. Tepat jam 4:30 pagi kami berkumpul di lobby menunggu kedatangan taksi. Hanya 5 menit berselang, taksi pun datang menjemput kami dan langsung tanpa lama kami pun berangkat kebandara Tan Son Nhat. Karena kami kekurangan tidur, akhirnya perjalanan menuju bandara pun kami manfaatkan untuk istirahat.

Kami semua terbangun, kaget dan panik karena mendengar suara rem yang kencang ditambah dengan gerakan rem mendadak yang membangunkan kami secara cepat. Kami tersadar, taksi yang kami tumpangi menabrak pengendara sepeda. Kami panik, selain karena keselamatan pengendara sepeda, juga panik akan waktu yang panjang untuk menyelesaikan urusan ini, artinya kami akan terlambat.


(click more)

#DCDCdreamworld Day 6: Ho Chi Minh Menarik Hati

0

Hari ke-6 tour #DCDCdreamworld dan hari ke-2 di Ho Chi Minh, Vietnam. Kami masih punya banyak pekerjaan untuk rekaman daily objects di kota ini, jadinya kita bangun pagi-pagi dan langsung mencari benda-benda yang bisa memiliki suara menarik. Kami berjalan kaki ke daerah Ben Thanh Market, di sana ada taman Cong Vien yang memiliki kursi-kursi ‘ajaib’. Setiap papannya menghasilkan bebunyian yang unik. Kami hampir menghabiskan 45 menit di taman ini, karena selain kursi, pagar di taman ini pun menghasilkan bebunyian yang unik.

recording

recording

Karena tanggung udah deket di Ben Thanh Market, kami pun hunting oleh-oleh sebentar. Lumayan dapet beberapa souvenir Vietnam yang berbau komunis, maklum, kami masih awam dengan simbol-simbol palu arit ini, jadi masih jadi barang buruan kami ketika ke Vietnam. Lanjut sound hunting ke Walking Street, ada beberapa tiang pembatas jalan yang berhasil kami rekam untuk materi melodis. Penasaran dengan keadaan Saigon River, kami memutuskan untuk mengitari sungai yang kotor ini.

(click more)

#DCDCdreamworld Day 5: Hari Yang Panjang di Ho Chi Minh City

0

20 November 2015, tepatnya jam 4 pagi hari Jumat, kami bergegas menuju bandara Soekarno-Hatta. Kami melanjutkan #DCDCdreamworld tour hari ke-5 ini menuju Ho Chi Minh City, Vietnam. Dijadwalkan untuk terbang melalui Kuala Lumpur jam 9:30 am, kami pun sudah tiba di bandara Jakarta jam 8 pagi. Kami sambut dengan sarapan sebagai amunisi untuk perjalanan hari ini dan sebagaian dari tim loading equipment. Penerbangan yang dilalui dengan tidur selepas take off akhirnya menyingkat perjalanan kami, tiba di Kuala Lumpur International Airport untuk transit selama 1 jam. Tidak ada waktu untuk beraktivitas apapun selain berjalan menuju connection gate ke Ho Chi Minh City.

departure

Keberangkatan dimulai jam 2 pm waktu Kuala Lumpur. Sebenernya perut udah mulai keram dan mulut udah bau usus. Tanda kelaparan tingkat tinggi, kami memutuskan untuk makan siang di dalam pesawat, di atas langit perjalanan Kuala Lumpur – Ho Chi Minh City. Mendarat mulus di Tan Son Nhat International Airport jam 3:45 pm waktu Ho Chi Minh, kami langsung disambut oleh Van dan Annie, dua perempuan cantik yang juga organizer untuk acara kami. Tanpa berpikir panjang karena sama-sama lapar, kami melanjutkan hari ke-5 tour ini menuju hotel di kawasan Ben Thanh untuk check in dan loading barang dan ngebut cari makan. Makan malam ditemani oleh sup kepiting dengan cepat kami habiskan dan nambah beberapa kali. Merasa cukup kenyang, kami lanjutkan kegiatan mala mini menuju Giant Step Gallery untuk bertemu dengan beberapa artist collaborators dari Vietnam. Kami bertemu dengan Yen Apus & Jean Jolly dari departemen visual dan Jenny Luu Team dari departemen tari kontemporer.

(click more)

#DCDCdreamworld Day 4 “Bahagia di Kuala Lumpur”

0

Hari ke-4 #DCDCdreamworld di trip Malayasia ini. Kami sedang berada di Kuala Lumpur, dan bangun dari tidur yang sangat nyenyak. Kami langsung menyambut pagi itu dengan sarapan, jadwal hari ini engga ada sound hunting, karena sudah ada dua jadwal tak memungkinkan diselipkan sound hunting, tapi kami menandai beberapa target yang akan kita rekam besok. Jadwal yang pertama adalah improvisasi di program The Wknd, yaitu “Singgah Sekejap”. Kami dijemput organizer dan juga dari The Wknd. Kami menuju kantor mereka di kawasan yang sangat nyaman, di Taman Tun Dr. Ismail. Kami disambut teman-teman The Wknd, kami pun langsung menyiapkan setting untuk video rekaman. 2 komposisi improvisasi selama 32 menit selesai memuaskan.

jamming

Selepas “Singgah Sekejap”, kami menlanjutkan aktivitas hari ini menuju venue untuk soundcheck. Kordinasi dari tim sound di sana sangat baik, jadinya proses soundcheck pun cepat. Kami langsung dijemput Harvey, sahabat dari Inggris yang sedang bekerja di Kuala Lumpur. Kami pergi makan siang dan melanjutkan ke Teenage Head Records, yaitu toko musik dengan koleksi yang sangat menggiurkan. Karena melihat masih punya waktu sebelum acara dimulai, kami melanjutkan perjalanan menuju Batu Caves.

soundcheck

(click more)

#DCDCdreamworld Day 3: Goodbye Bangkok, Hallo Kuala Lumpur

0

Hari terakhir di Bangkok, setidaknya untuk trip #DCDCDreamworld kali ini, kami memutuskan untuk membereskan sound hunting yang tertinggal di Bangkok. Setelah mengecek materi yang terekam, kami kekurangan suara yang melodis, dan ini menjadi target utama kami yang akan dikerjakan hari ini. Karena hari ini kami akan terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia jam 6 sore, maka kami pun check out hotel sejak pagi hari dan langsung mengontak driver langganan kami, Bapak Samarn. Kami berburu obyek suara di sekitar Jatujak Market, soalnya di sekitar situ terdapat taman dan juga bisa sekalian melakukan shopping haha.

Bangkok

Kami menemukan obyek-obyek menarik di sekitar Jatujak Market, ada lempengan besi pembatas pohon dan pagar-pagar bamboo. Semuanya berkarakter melodis, sangat menyenangkan. Gak sadar belum makan siang, kami pun mencoba makanan khas Thailand yang sayangnya lupa namanya. Sebenernya sih rasanya sama aja kaya di Indonesia, tapi dessert sempurna tentu saja datang dari menu Mango Sticky Rice. Yummy!

recording1

(click more)

#DCDCdreamworld Day 2: Bangkok ‘Chaos’

0

Hallo, hari ke-2 di Bangkok begitu sempurna karena bangun jam 7 pagi disambut oleh cuaca yang cerah. Hotel kami tidak menyajikan sarapan gratis, akhirnya setelah bangun pagi, kami lanjutkan dengan tidur lagi. Kami tidak sadar bahwa hari ini adalah hari Jumat, artinya kami punya kewajiban ibadah. Namun sayangnya, kami baru menyadarinya jam 12 ketika kami mulai melanjutkan aktivitas daily objects recording di sekitar Ramkhamhaeng. Lumayan, kami dapat beberapa obyek menarik di sini, ada plat rambu lalu lintas yang berdana dan tangga yang dijadikan portal yang gak kalah punya nada pentatonic.

recording

Recording selama satu jam, kami break ditandai dengan makan siang. Tentunya pilihan makanan local jadi menu nomor 1 kami di setiap kunjungan ke lain. Kami berkunjung ke sebuah pasar dekat stasiun Ramkhamhaeng, setelah mencoba field recording di dalam pasar yang gagal karena tidak diberi izin, akhirnya kami mencoba mendekati orang-orang di pasar dengan makan di sebuah restoran sederhana. Mungkin kalo di Indonesia disebut warteg. Pilihan random yang kami makan ternyata tidak gagal, semua rasa tampak sempurna.

Bangkok


(click more)

#DCDCdreamworld Day 1 – Terlalu Pagi Menuju Bangkok

0

Akhirnya hari ini tepatnya Kamis (5/11), saat yang cukup singkat kami siapkan bersama tim DjarumCoklat.com tiba di depan mata. Kami dijadwalkan untuk menaiki bis Primajasa dari Bandung menuju bandara Soekarno Hatta jam 7 pagi. Sebenernya sih, pihak Primajasa menyarankan untuk memakai bus jadwal jam 9, karena jadwal flight kita ke Bangkok dari Jakarta sebenernya jam 4. Tapi, kami berpikir untuk datang lebih awal, target jam 1 mau berkumpul bareng tim dokumenter kita di bandara, soalnya dia emang tinggal di Jakarta dan kita di Bandung. Jadi ya kita memutuskan jam 7 pagi aja deh.

Bottlesmoker bags

Tiba di terminal bus Batununggal, kami sempet sarapan, sempet merokok, sempet telpon sana-sini beresin kerjaan. Tepat jam 7 kami pergi ke Jakarta dan tepat jam 7 lebih 15 menit kami pun langsung tidur dan tepat jam 9 lebih 30 menit, kami dibangunkan dan kaget karena sudah di depan pintu gerbang bandara Soekarno Hatta. Perjalanan Bandung-Jakarta yang super ngebut selama 2 jam lebih 30 menit ini membawa beban ngantuk yang bikin linglung.

tour

(click more)